Powered By Blogger

Sabtu, 25 Februari 2012

ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG

robot line follower analog tidak perlu adanya pemrograman  robot secara software (perangkat lunak) sedangkan line follower mikro (digital) melibatkan software…itu sich cuman salah satu dasar perbedaannya, untuk perbedaan yang laen…apa ya… pokoknya itu dech, hehe… buat kamu-kamu yang baru saja tertarik pada dunia robot dan pengen banget membuat robot maka belajar lah dahulu dari yang dasar, nach membuat robot line follower analog merupakan dasar-dasar dari merancang robot…(q dulu belajarnya dari analog…) tentu saja nanti berkembang menuju digital…
apa saja sich komponen dasar dari sistem robot itu….? setau ku robot terdiri dari komponen input (masukkan, contohnya sensor), pengolah dan output (keluaran), nach sistem robot line follower analog belum lah kompleks jika dibandikan dengan robot  seperti humanoid contoh ASIMO,… untuk dasar membuat robot kita gak perlu membuat robot asimo, hehe susah banget kali…., line follower analog juga dah bisa dikatakan robot, sebab dikatakan robot jika benda tersebut telah dapat begerak atw berjalan secara automatik tanpa bantuan operator.
komponen dasar dari sistem robot:
hmmm tulis apa lagi ya….  langsung aja dech nich q share salah satu  rangkaian dari robot line follower analog….
rangkaian Line Follower Analog diatas  terdapat 3 bagian utama, yaitu bagian sensor, komparator dan driver. Untuk bagian sensor digunakan photodioda sebagai sensor cahaya, sedangkan komparatornya menggunakan IC LM 324 sebagai pembanding tegangan dan untuk drivernya digunakan H- Bridge Transistor.
Cara kerja dari rangkaian-rangkaian Line Follower Analog tersebut adalah sebagai berikut :
A. Prinsip Kerja Sensor
Sensor yang digunakan terdiri dari photo dioda. Sensor ini nilai resistansinya akan berkurang bila terkena cahaya dan bekerja pada kondisi riverse bias. Untuk sensor cahayanya digunakan LED Superbright, komponen ini mempunyai cahaya yang sangat terang, sehingga cukup untuk mensuplai cahaya ke photo dioda.
Gambar Rangkaian sensor
Cara kerjanya :

Gambar Sensor tidak terkena cahaya
Jika photo dioda tidak terkena cahaya, maka nilai resistansinya akan besar atau dapat kita asumsikan tak hingga. Sehingga arus yang mengalir pada komparator sangat kecil atau dapat diasumsikan dengan logika 0.
Gambar Sensor terkena cahaya
Jika photo dioda terkena cahaya, maka photo dioda akan bersifat sebagai sumber tegangan dan nilai resistansinya akan menjadi kecil, sehingga akan ada arus yang mengalir ke komparator dan berlogika 1.
B. Prinsip Kerja Komparator
Komparator pada rangaian ini menggunakan IC LM 324 yang didalamnya berisi rangkaian Op Amp digunakan untuk membandingkan input dari sensor. Dimana input akan dibandingkan dari Op Amp IC LM 324 yang output berpulsa high. Sehingga tidak perlu adanya pull up pada outputnya. IC ini dapat bekerja pad range 3 volt sampai 30 volt dan dapat bekerja dengan normal mulai tegangan 6 volt.
Dalam rangkaian ini juga terdapat 4 LED, yang berfungsi sebagai indikator. Untuk mengatur tagangan pada pembanding, disambungkan Variable Resistor (VR) diantara kedua OP Amp IC LM 324. Untuk datasheet LM324 silakan unduh disini.
Gambar Rangkaian  komparator
► Jika tidak ada arus yang mengalir dari rangkaian sensor ke rangkaian ini maka tegangan masukan untuk rangkaian ini adalah 0 Volt, akibatnya pada IC 1 tegangan di terminal ( + ) > ( – ), maka LED-A on, sedangkan pada IC 2 sebaliknya LED-B off.
►  Jika ada arus yang mengalir dari rangkaian sensor ke rangkaian ini maka tegangan masukan untuk rangkaian ini mendekati Vcc, akibatnya pada IC 2 tegangan di terminal ( + ) < ( – ), maka LED-B on, sedangkan pada IC 1 sebaliknya maka LED-A off.
Kondisi antara titik A dan B akan selalu keterbalikan.
C. Prinsip Kerja Driver Motor
Driver adalah rangkaian yang tersusun dari transistor yang digunakan untuk menggerakkan motor DC. Dimana komponen utamanya adalah transistor yang dipasang sesuai karakteristiknya.

Gambar Rangkaian driver H-Bridge Transistor

Pada saat input A berlogika 1, maka ada arus yang mengalir pada rangkaian, akibatnya transistor 1 dan 4 on karena basis terbias, sehingga motor berputar. Sehingga saat input A berlogika 1 maka input B akan berlogika 0, jadi transistor 2 dan 3 akan off.
Pada saat input B berlogika 1, maka ada arus yang mengalir pada rangkaian, akibatnya transistor 2 dan 3 on karena basis terbias, sehingga motor berputar tapi dengan arah yang berlawanan.

Referensi : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Pelatihan Line Tracer, ITS, 2006.
untuk lebih lengkap mengenai penjelasan rangkaian tersebut, kalian dapat memdownload makalah robot line follower analog disini…Selamat mencoba…

MERANCANG SENSOR GARIS

Sensor garis sering digunakan pada robot line follower (robot pengikut garis), digunakan juga sebagai pendeteksi objek dengan permukaan bidang pantul yang kontras…. nach pada blog ini dijelaskan bagaimana cara mendesain sensor garis tersebut menggunakan sensor photodiode. Selain menggunakan photodiode dapat juga dirancang dengan menggunakan phototranssistor, infra red, dan masih banyak laennya.
Sensor photodiode adalah salah satu jenis sensor peka cahaya (photodetector). Photodiode akan mengalirkan arus yang membentuk fungsi linear terhadap intensitas cahaya yang diterima. Arus ini umumnya teratur terhadap power density (Dp). Perbandingan antara arus keluaran dengan power density disebut sebagai current responsitivity. Arus yang dimaksud adalah arus bocor ketika photodiode tersebut disinari dan dalam keadaan dipanjar mundur.
Hubungan antara keluaran sensor photodiode dengan intensitas cahaya yang diterimanya ketika dipanjar mundur adalah membentuk suatu fungsi yang linier. Hubungan antara keluaran sensor photodiode dengan intensitas cahaya ditunjukkan pada Gambar berikut.
Gambar Hubungan keluaran photodiode dengan intensitas cahaya
Mekanisme Perancangan Sensor Garis
LED superbright berfungsi sebagai pengirim cahaya ke garis untuk dipantulkan lalu dibaca oleh sensor photodiode. Sifat dari warna putih (permukaan terang) yang memantulkan cahaya dan warna hitam (permukaan gelap) yang tidak memantulkan cahaya digunakan dalam aplikasi ini. Gambar dibawah ini adalah ilustrasi mekanisme sensor garis.
Gambar Ilustrasi mekanisme sensor garis
Prinsip Kerja Sensor
Pada rancangan sensor photodiode dibawah ini, nilai resistansinya akan berkurang bila terkena cahaya dan bekerja pada kondisi riverse bias. Untuk pemberi pantulan cahayanya digunakan LED superbright, komponen ini mempunyai cahaya yang sangat terang, sehingga cukup untuk mensuplai pantulan cahaya ke photodiode. Berikut ini prinsip dan gambaran kerja dari sensor photodiode.
Gambar Sensor photodiode tidak terkena cahaya
Saat photodiode tidak terkena cahaya, maka nilai resistansinya akan besar atau dapat diasumsikan tak hingga. Sehingga tidak ada arus bocor yang mengalir menuju komparator.
Gambar Sensor photodiode terkena cahaya
Saat photodiode terkena cahaya, maka photodiode akan bersifat sebagai sumber tegangan dan nilai resistansinya akan menjadi kecil, sehingga akan ada arus bocor yang mengalir ke komparator.


MERANCANG KOMPARATOR DENGAN HISTERISIS

Rangkaian komparator pada pembahasan blog ini menggunakan histerisis, tujuan dari histerisis ini agar sistem tidak berguncang dan output dari keluaran komparator tidak mengalami noise (gangguan). Komparator dapat difungsikan dengan dua mode, yakni mode invertig dan non-inverting.
KomparatorLM324 pada blog ini digunakan dengan mode inverting sehingga saat Vin (output sensor) > Vreferensi maka Vout ≈ GND begitu pula dengan sebaliknya jika saat Vin (output sensor) < Vreferensi maka Vout ≈ VCC.
Gambar Rangkaian komparator dengan histerisis
Berikut tegangan acuan Upper Trip Point (UTP) dan Low Trip Point (LTP) pada rancangan komparator histerisis.
Nilai penguatan umpan balik adalah
Jika Vreferensi = 2,5 volt ; Vjen = 5 volt maka:
Bila keluarannya mengalami kejenuhan positif, tegangan acuan tak membalik adalah
VUTP = Vreferensi + ( BVjen )
= 2,5 + ( 0,09 5 )
= 2,5 + 0,45
= 2,95 V
Bila keluarannya mengalami kejenuhan negatif, tegangan acuan tak membalik adalah
VLTP = Vreferensi – ( BVjen )
= 2,5 – ( 0,09 5 )
= 2,5 – 0,45
= 2,05 V
 

Sumber : http://fahmizaleeits.wordpress.com



TUTOARIAL SOFTWARE BASCOM AVR

Bascom AVR merupakan editor list program yang berbasis  bahasa basic, software BASCOM AVR dapat dengan mudah diperoleh. link berikut jika ingin mendownload Bascom AVR versi demo, klik disini
Halaman Editor Bascom AVR

Pengenalan fungsi tools pada BASCOM AVR:




bar pada File
a.            New, digunakan untuk membuat project baru atau membuat file program baru.
b.            Open, digunakan untuk membuka project atau file program yang pernah dibuat.
c.            Save,  digunakan untuk menyimapan project atau menyimpan file program.
d.            Save As…, digunakan digunakan untuk menyimpan project tau menyimpan file dengan nama yang berbeda dari sebelumnya.
e.            Print Preview, digunakan untuk melihat hasil cetakan print out dari sintsks penulisan program.
f.            Print, digunakan untuk mencetak file program.
g.            Exit, digunakan untuk keluar dari BASCOM AVR

bar pada Edit
a.            Undo, digunakan untuk kembali ke langkah sebelumnya.
b.            Redo, kebalikan dari undo.
c.            Cut, digunakan untuk mengkopy dan menghapus teks sekaligus
d.            Copy, digunakan untk mengkopy teks.
e.            Paste, digunakan untuk menyalin bagian yang telah dikopi.
f.            Find, digunakan untuk mencari teks yang diiginkan.
g.            Find next, sama halnya dengan find hanya saja berikutnya.

bar pada Program
a.            compile, digunakan untuk mengkompile program. Proses ini akan menghsilkan file berektension *.hex
b.            syntax check, digunakan untuk memerikasa apakah terjadi kesalahan pada penulisan program atau tidak.
c.            Show result, digunakan untuk melihat hasil report dan error dari penulisan program.
d.            Simulate, digunakan untuk mensimulasikan program.
e.            Send to chip, digunakan untuk mengirim file *.hex ke dalam chip mikrokontroler (mendownload program mikrokontroler).

bar pada Tools
a.            Terminal emulator, digunakan untuk simulasi komunikasi serial dengan komputer (RS232) hampir sama dengan Hypert Terminal yang dimiliki oleh Windows.
b.            Lcd designer, digunakan untuk mendesain karakter LCD yang diinginkan.
c.            Libray Manager, digunakan untuk library yang terdapat pada BASCOM AVR
d.            Export to RTF, digunakan untuk mengkonversi penulisan program pada RTF (Rich Text Format).
e.            Graphic Converter, digunakan untuk menkonversi gambar ke LCD yang menujang RGB (high kualitas LCD).
f.            Stack Analyser, digunakan untuk menganalisa stack program.
g.            PlugIn Manager, digunakan untuk mengatur plugin yang ada.

bar pada Options
a.            Compiler, digunakan untuk mensetting chip, output, communication, I2C dan LCD.
b.            Communication, digunakan untuk mensetting komunikasi mikrokontroler.
c.            Simulator, digunakan untuk mensetting simulasi pada BASCOM AVR.
d.            Programmmer, digunakan untuk mensetting downloader programmer yang akan digunakan.
e.            Monitor, untuk mensetting tampilan.
f.            Printer, digunakan untuk mensetting printer yang digunakan.

JENIS JENIS KASET DAN KEGUNAANYA


Jenis - Jenis Kaset dan Kegunaanya 
    A .     Kaset video ( Video Cassette )
Video kaset datang dalam banyak format. Bahkan dengan kenaikan itu media digital, banyak jenis kaset video masih melihat biasa digunakan di seluruh dunia. desain kaset biasanya berbeda sesuai dengan berbagai jenis mesin rekaman. Namun, mereka juga dapat dirancang untuk kualitas yang lebih besar atau untuk aplikasi yang berbeda. Jika Anda melakukan suatu proyek yang memerlukan penggunaan kaset video, itu ide yang baik untuk menjadi sadar akan apa yang tersedia
    1.     Standar VHS
jenis yang paling umum adalah kaset video VHS tape kaset standar. Mereka biasanya datang dalam 60 -, 120 -, atau panjang 240-menit Panjang dapat dua kali lipat dengan mengorbankan kualitas gambar. Secara umum, kaset ini memiliki kualitas gambar yang sangat miskin, terutama oleh standar saat ini. Mereka biasanya ukuran sekitar 188 mm dengan 104 mm dengan 25 mm.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0jWmBnxwJYtXVKuvGclKVi8V43PIRGSSmuXXvA9075GuKcRYujEACOIo4z85fsWnTv5dX9NsBhJrQdmTgwlaOc2ec9EW2IkKRItuzEUIH8DQeOdatP4A2InYi0Jm-Ifsra79BbBXz3vg/s400/Untitled.png

   2.     VHS-C
Kaset VHS-C pada dasarnya adalah versi lebih kecil dari pita standar ukuran penuh VHS. Karena ukurannya dikurangi, mereka biasanya hanya berjalan selama 30 sampai 45 menit. Mereka sering digunakan di camcorder bahu besar-mount, dan memerlukan sebuah adaptor khusus untuk dimainkan dalam VCR standar. Mereka mengukur sekitar 95 mm dengan 60 mm dengan 25 mm.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQGbXX66CEasUPl0S8kcNvcbujCR0TtHJQKzoxixlyd4cMCRz54b0cvKk-7lJ0DXm-RtLkK08pR23hYIztCIhyFNnf1albocmBqFj8tHiAdBKN-WTyIrBpbDHg4ZIdIh7l7r44UD_vc2I/s400/Untittyyled.png
 
   3.     Super VHS
Super VHS kaset itu identik dalam bentuk dan ukuran kaset VHS standar, tapi sementara VHS standar memiliki kualitas gambar yang 240-line, Super VHS memiliki kualitas 400-garis gambar. Super VHS menjadi sangat populer dengan pengguna camcorder karena kualitas gambar yang lebih baik nya. Super kaset VHS-C juga tersedia sekitar waktu yang sama.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy4tWhI5v8cB636KiE-VphSpQULEZGWA7CUpoyvsIukUc3r0p-oQIw-7VzvfruAcvU9ytyKoUp3n_3dDJx3K2J299mlz_NY7_dbwJ_9e4AvgzkHulwREyJvzrz-r-W54uu26n7bb0JV6M/s400/Untittyyled.jpg
3.  Betamax
Betamax adalah, awal format video kaset sekarang-usang yang pernah bersaing untuk dominasi pasar rekaman rumah. Awalnya dirilis oleh Sony pada tahun 1975, kaset ini diukur 155 mm 95 mm 24 mm, dan panjang rekaman datang dari 30, 65,, 130 dan 195 menit. Mereka jatuh dari penggunaan yang luas sekali VHS memenangkan dominasi pasar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0hKPPXoQF-p86Rfx2qwY8GAXxsj8JZx-f-tB_lQPIJ-KeRgxjz5YAW4HyLIzrO5J7dAARLshN45mY_XYCQv7C4rQqwZNNRMbRNnJHmOSpnuTrLy5dyzsoCLMGX8ONDmkBEgQkwX8hawY/s1600/Untitttertyyled.jpg

4.  8 mm Video
8 mm kaset video yang digunakan dengan camcorder. Mereka datang dalam berbagai resolusi dan kecepatan tape. Beberapa jenis yang lebih populer adalah Video 8, Hi8, dan Digital 8.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieqENctiuVXjvYmc4DvvgjplxZ7rLsNwcrS1P90jcJoHMGScQQ-zjgImx3G6saEPZp3XI1aVE-NXACF0M0qEXUjHhKX7CDw1Sw1XgcoqjhzGV8Q1htJn-ZLx6jCFRs_hFoRcYSgAK9GRk/s400/Untitttert5yteyyled.jpg
5.  Betacam
Betacam adalah ukuran yang sama dengan kaset Betamax, dan datang dalam varietas yang berbeda. Karena kualitas mereka sedikit lebih baik, mereka sering digunakan dalam pelaporan berita. BetaCAMs baru juga datang dalam digital, HD, dan format MPEG.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSxWM2EmcPQMFHgCeMJ1w95qpjniIHhFOiAhydoaywG1eT7H2rH49YTw719AJlgTynz0Lj0SrSp8uEdvVrF-7JmWRucliuBhTMk0Hh6Ctx7DfTrHDajBlhnJEcf08R1Pvw7icOCI4BLlA/s400/Untittterty4y5yteyyled.jpg




  Kaset Audio (Audio Cassette )
Berfungsi untuk Menyimpan lagu/musik dengan format Binary Digit menggunakan sistem Frequency Shift Keying. Alat Pemutar dan Perekam lagu/data informasi berupa Tape Recorder.

    1.      Cassette Tape adalah Selain digunakan dari Komputer, Casstte tape juga dapat diputar dan direkam melalui tape recorder. Memiliki ukuran panjang 4 inch dengan lebar 2.5 inch.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh2gmL44CEpkPvQJ0-lHyXoQAqcN8zW3u0oahfDEpmOz715gFomgy0nAQR_YNv_zxQHdy9rohGJ_4eVEExPmFzZXPvwDawaEfUmMnyFsCiT2T3kXQuWN6MYQ-glWXC21NDdhBVhA4fafk/s1600/h.jpg
Gambar Cassette Tape

   2.      RCA Victor pita cartridge adalah format pita magnetik yang dirancang untuk menawarkan stereo seperempat inci -to-reel tape reel dalam format yang lebih nyaman untuk kebutuhan rumahan.Itu diperkenalkan pada tahun 1958, setelah empat tahun pembangunan, pada saat yang sama dengan stereoponis piringan hitam.

  3.      Elcaset adalah singkat audio format yang dibuat oleh Sony pada tahun 1976, membangun ide diperkenalkan 20 tahun sebelumnya di cartridge tape RCA . Kaset itu sendiri tampak sangat mirip dengan kaset standar, hanya lebih besar-sekitar dua kali ukuran.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWw4IDFtmqSQ-P6Y3rq0sXAqSFF6vxKPPYZJcMcHu1oMFB9XErtKw4QdMWUr2d5HBpmdPoAxvJ-zL3e3SWEYzY7BsMeg08XZ9KPElFPlG5H9ERa2H0vRkie2aIugtopaHjhzNYSDDifOA/s1600/httttt.jpg

   4.      Kaset tunggal (CS, juga dikenal dengan merek dagang “Cassingle” atau dikapitalisasi sebagai merek dagang “Kaset Single”) adalah sebuah musik tunggal dalam bentuk Kaset Compact .
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd0beGBzi11nrqsQWTYgFENurQ5HSx7Xj_0OaVU4Ak89K7nn36odSaVzNfSJAoSo4LCiTEFI7G2xM15Z15OaA4QqqCN7ASsxl0Pe1lRIcttqBvjGs4eAsm4PVqPFXyde5QIbL0XdcKMIw/s1600/a.jpg


Jenis-Jenis Cassette yang lainnya :

   1.     Kaset Komputer (Binary Cassette)
Digunakan untuk menyimpan data komputer dengan sistem binary digit. Alat Pemutar dan Penyimpan data berupa perangkat komputer.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6CoRW9OI-NKBFsb8lrh81B2I1ADW6jloCjbGS5abiLhweTkfbq_bDI1sQrDCobXEdNliSooBHSlAv0-A300sVtj8RVGMr6nMpuY-sPJHfmfpb2nQOfJ5LL8pumvaDqB-bO0nvp8UI8fY/s400/b.jpg

2.    Kaset Analog/Audio (Analog/Audio Cassette)
Digunakan untuk Menyimpan lagu/musik dengan format Binary Digit menggunakan sistem Frequency Shift Keying. Alat Pemutar dan Perekam lagu/data informasi berupa Tape Recorder.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsUCJkA3RQy0TTBmwha18RBuZOX0wfndovAVyuuNwroo9bXQOBI9Ttfel2FBuh-uQ1hMKcVledsU_nf79OfAUHp_fL7VnStvkL31uuGj9OiMAz3J0FWqSrxxRpjw1zUccp1m-tFQlpt3o/s320/c.jpg

3.    Kaset Audio Video (Audio Video Cassette)
Digunakan untuk Menyimpan video/gambar bergerak dengan format DCC (Digital Compact Cassette) yang dikembangkan dari format Audio Binary Digit. Alat Pemutar dan Perekam Video/gambar bergerak berupa Video Cassette Recorder (VCR).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5uXJByPnjO6_d6fn5hpMjyY0xegvKsW1Qt1uACpPfcbOcyHUyfSKRvcdyCHbovYacoiseyZOw64LqrPiWCdAKcCfgVJAS2zMLOK9zrkgSomDorXKm0eEJNt92ZEAMZkJ0tb19eLUr-K8/s1600/d.jpg


Diposkan oleh Loe_Kita'OS di 02:55 http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif